Kembali lagi kelantai JOGJA….

Shagy Dog - Kembali Berdansa.mp3
eqizkp1.gif

Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

Dua bulan kurang dua hari meninggalkan jogja, menikmati setiap hari bagaikan hari minggu, tanpa integer, procedure, String dan variable, Digantikan Rendang, Gulai ayam dan tempat tidur yang nyaman…

Tapi waktu emang Terus berputar, dan mau gak mau mesti balik lagi ke Markas KAMADINHO yang terkenal Angker dan menyeramkan. Berbekal semangat yang masih tersimpan dan Hutang - Hutang yang belum terlunaskan, maka Diriku_pun kembali lagi ke lantai Jogja, Menyanyikan lagi Lagu yang sama……LaLaLa….

Kembali lagi kelantai JOGJA….

Shagy Dog - Kembali Berdansa.mp3

Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com
Dua bulan kurang dua hari meninggalkan jogja, menikmati setiap hari bagaikan hari minggu, tanpa integer, procedure, String dan variable, Digantikan Rendang, Gulai ayam dan tempat tidur yang nyaman… Tapi waktu emang Terus berputar, dan mau gak mau mesti balik lagi ke Markas KAMADINHO yang terkenal Angker dan menyeramkan. Berbekal semangat yang masih tersimpan dan Hutang - Hutang yang belum terlunaskan, maka Diriku_pun kembali lagi ke lantai Jogja, Menyanyikan lagi Lagu yang sama……LaLaLa….

Yuni Veronika, Sang Juara yang Ditelantarkan NEGARANYA sendiri..

Yuni
Verionika, siswi kelas 5 SD N 009 Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci,
Riau. (sekedar informasi, bahwa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci,
kabupatan Pelalawan, Provinsi Riau juga Masih berada dalam wilayah
INDONESIA) yang berprestasi dalam cabang olah raga catur semenjak 2007
terlantar di Jakarta. Prestasi Yuni mulai diukir sejak tahun 2007. Dia
berada di peringkat pertama untuk pertandingan catur Kecamatan
Pangkalan Kerinci, Riau.

Dilanjutkan
prestasi di tingkat Kabupaten Pelalawan, lalu di Tingkat Propinsi Riau.
Selain itu, Yuni juga meraih juara Dua untuk Olimpiade Olahraga dan
Seni Nasional (O2SN) di Provonsi Riau pada Juni 2008 lalu. Prestasi
lain juga berhasil diukir oleh Yuni pada saat mengikuti olimpiade catur
“ 4th World School Chess Championship 2008” di Singapura bulan July
lalu. Yuni mengantongi medali PERUNGGU untuk perseorangan dan medali
EMAS untuk tim INDONESIA.

Yuni dan ayahnya di undang oleh
tukang perintah (Depdiknas) untuk mengikuti upacara detik2 Proklamasi
di istana Merdeka 17 Agustus lalu, sebagai satu dari 11 anak
berprestasi. Sehari setelah upacara, Yuni bersama anak teladan dan
berprestasi lainnya bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono, dan Kabinet Indonesia Bersatu di JIEXPO,
Kemayoran, Jakarta.

Namun. Seusai upacara, panitia tidak lagi
bertanggung jawab atas “keberadaan” mereka di Jakarta, karena kata
panitia yang ber”tanggung jawab”, “kehadiran Yuni di acara kepresidenan
itu tidak ditanggung panitia”. Staf Direktorat Pembinaan TK-SD
Departemen Pendidikan Nasional yang ber”tanggung jawab” itu menambahkan
bahwa “Yuni sudah diberi tahu soal itu”, lalu ditutup dengan cuci
tangan yang Gilang gemilang “Seharusnya ini tanggung jawab Pengurus
Daerah Percasi Riau” Yuni dan ayahnya sudah empat hari tiga malam
menggelandang di Jakarta tanpa tahu bagaimana caranya pulang ke Riau.

Menyedihkan.
Panitia memberitahu kepada seorang anak umur 11 tahun, bahwa
kehadirannya tidak ditanggung panitia. Saya tidak tahu bagaimana
caranya panitia memberitahu, tapi kemungkinan besar Yuni tidak mengerti
bahwa dia hanya akan “digunakan” selama diperlukan dan sesudahnya
“terserah Anda”. Kalau panitia menjelaskan dengan sejelas-jelasnya,
sudah pasti dia akan memberitahu orang tuanya dan pasti si ayah tidak
akan mau repot-repot mengantar ke Jakarta, karena toh sudah jelas akan
terlunta-lunta.

"Sekarang saya kapok main catur lagi. Kalaupun mau main, karena saya  suka," ucap Yuni menyesal.

Sumber:  Keboijo  

Apa
sih susahnya memulangkan Yuni ke Riau (setelah prestasinya sebagai
pecatur tingkat Dunia yang membawa nama Bangsa INDONESIA), toh provinsi
Riau gak jauh2 amat dari Jakarta, harga tiket pesawat hanya 300-500
ribu saja (mustahil para Penjabat Depdiknas, kementrian dengan anggaran
terbesar di negeri ini kehabisan Uang untuk itu), Maskapai Penerbangan
komersil milik pemrov Riau (RIAU AIRLINES) juga Berkali-kali singgah ke
Kota JANCUKARTA itu dalam sehari semalam.

Sepertinya ini masalah
yang sangat sepele, begitu menurut Wakil Ketua DPRD Riau (Djuharman
Arifin) yang mengaku heran dengan kejadian yang menimpa atlet muda
berprestasi itu. Padahal, menurut Djuharman, jika ada undangan resmi
dari presiden, pastinya segala sesuatunya telah diatur dengan baik.
"Kita juga heran, kok dari Riau saja yang terlantar yang lainnya tidak.
Ini juga menjadi tanda tanya besar, kok bisa kayak gini. Masalahnya sih
saya rasa sepele, tapi kalau sudah begini kan menjadi besar," keluhnya.
Djuharman juga segera menghubungi perwakilan Riau yang berada di
Jakarta agar dapat segera memulangkan mereka ke Riau.

Dan
begitulah Para tukang perintah di negeri ini yang tidak mampu
memberikan sekedar penghormatan atas prestasi yang diraih seorang Yuni
Veronika, Semoga Yuni tidak benar-benar kapok main catur lagi untuk
Mengharumkan Nama Bangsa ini.

Tentang Yuni  Veronika :

 

Kita Sudah Merdeka…..!!

                              

Enam puluh tiga  tahun, klo Pegawai negeri sipil mungkin sudah waktunya untuk pensiun dan  menikmati hari tua sambil meLanjutkan hoby yang tak terlalu membuat pusing  kepala, bisa berkebun atau memelihara burung Perkutut seperti yang setiap hari  di lakukan oleh Bapak kost saya, sambil menunggu akhir pekan saat cucu - cucu tersayang_nya datang untuk berlibur sambil memetik buah mangga.

  Tapi enam puluh  tiga tahun bagi Indonesia masih jauh dari masa – masa Sejahtera seperti itu, masih  ada sejuta masalah yang menumpuk dan sepertinya tidak akan pernah terselesaikan,  mungkin hingga Enam puluh tiga tahun kedepan, jika Generasi Muda dan juga  Rakyat seperti saya ini masih juga tidak pernah berbuat apa2 untuk negaranya,  hanya bisa Menuntut Hak tanpa pernah mau perduli dengan kewajibanya, hanya bisa  Protes tanpa pernah memikirkan Solusinya,  hanya bisa ngomong dan mencibir, hanya bisa  berkeluh kesah, tentang harga BBM yang naik tapi masih seneng konvoi dan  kebut2an di jalan Raya, tentang Tarif listrik yang tinggi tapi selalu lupa  mematikan TV saat keluar rumah,  tentang  kemiskinan yang merajalela tapi masih males berusaha, tentang ini, tentang itu,  tentang Dia, tentang Goreng dan tentang2 yang lainya……
   Semoga manusia  seperti Saya itu bisa berubah, dan berbuat sesuatu yang Nyata untuk Negara_nya,  hingga benar-benar menjadi MERDEKA……..!!>

(saya, bukan  Saya yang sebenarnya……)

Today, Friday 08.08.08

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Wingdings;
panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;
mso-font-charset:2;
mso-generic-font-family:auto;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:1062798031;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-965952200 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}
@list l0:level1
{mso-level-number-format:bullet;
mso-level-text:;
mso-level-tab-stop:none;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;
font-family:Symbol;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;}
–>

Hari yang Sempurna untuk Membaca ULang Hidup…!!

· 21  tahun
Kemudian

· 20  tahun
Kemudian

Elegi Rambut Rontok…

Hahhh udah kayak para  Gadis2 aja ngobrolin Rambut, tapi tak mengapa, sekarang kan uda jamanya emansisapi jadi gak hanya wanita aja yang boleh ngobrolin soal Rambut-rambutan.

——————————————————————————–

Memiliki rambut panjang atau “Gondrong” adalah salah satu cita-cita saya sejak kecil (selain jadi kondektur Bis kota dan penjual Jamu Gendong tentunya),  kayak nya keren aja punya rambut panjang, seperti Azis M.S. (gitaris Jamrud) Roy Jeconiah (Vocalis Boomerang)   atau seperti  Yulia Rahman (Gadis Sunsilk tahun 2000).

Dan sekarang cita2 saya sudah tercapai, betapa bahagianya hati ini, untuk itu marilah kita mengadakan pesta kecil2an, boleh dateng tapi gak dijemput  dan pulangnya terserah mau naek apa.

Tapi sejak rambut saya mulai panjang, kq jadi sering rontok ya….?? Hampir di setiap sudut kamar saya banyak rambut rontok, apakah ini  gejala-gejala Ensefalitis arbovirus..?? , ah tidak mungkin…

Padahal uda segala macem merk Shampo pernah saya coba, mulai dari Merk terkenal dengan bintang iklan yang cakep2,  ampe Merk - Bakehueni yang menghubungkan pulau jawa dan sumatera_pun uda pernah saya sebrangi, tapi ya tetep aja rambut ini selalu Rontok dan Rontok lagi. Apa ada yang salah dengan Rambut saya, ada yang salah dengan pergaulan saya, atau  ada yang salah dengan cita – cita saya…? entahlah.

Rasta

Klo di inget2, kayaknya emang udah lebih dari setengah taun saya gak ke salon langganan saya (Pangkas Rambut Madura) soalnya kemaren dulu sengaja manjangin Rambut, karena pingin nyobain rambut GembeL eh Gimbal kayak Bang Bob Tutup Oli apa Bob Marley gitu ya, sekalian dalam rangka liburan anak2 Kamadino ke Pulau Dewata. Tapi berhubung Acara Kamadino Summer on BaLi nya di Delay alias di tunda maka niat saya pun di urungkan, mana bentar lagi  waktunya mudik, bisa di pecat jadi anak klo saja saya pulang dengan Rambut sebahu persis Agnes Monica gini (emang Rambutnya Agnes monica sebahu ya ?). Tapi di lain sisi saya juga masih sayang buat motong Rambut, soalnya pendaftaran Bintang Pantene2008  kan sebentar lagi, masa saya harus melewatkan moment Langka ini…!!
———————————————————————————–

PS: Oh ya Kamadino Summer on BaLi_nya di tunda, kata pak Menteri sih karena Beberapa Warga Kamadino sedang mempersiapkan diri untuk Ujian Skripsi dalam bulan ini, tapi tenang aja Schedule sedang di atur kembali dengan tema yang berbeda tapi tujuan yang sama terimakasih….!! (di kutip dari Menteri Pariwisata Kamadino : Mas Jendro Wakondro.

Why so serious ?

Haahahahaaa….hahaha…hahaa…hahaa…
The Dark Knight, sepertinya ini adalah film terbaik untuk musim ini, gak sia-sia menahan lapar selama lebih dari dua jam untuk menyaksikan adegan demi adegan arahan sutradara Christopher Nolan, yang tak sekedar menghadirkan Aksi laga yang memukau, tetapi juga Alur cerita dengan drama yang kental dan sangat sulit untuk di tebak.

FFilm yang benar-benar kental dengan nuansa Gelap ini juga menjadi
semacam tanda perpisahan dari Heath Ledger (yang di temukan meninggal
Dunia di dalam kamar Apartementnya karena Over Dosis Obat Tidur). Banyak yang memuji akting almarhum Heath Ledger yang berperan sebagai Joker, dan memang begitu adanya. Heath ledger begitu jenius dalam memerankan sosok Psikopat, pembunuh masal dan badut tanpa Empati.  Gaya, tawa, mimik, gerak, bahasa tubuh dan segala tingkah lakunya   benar – benar sesuai dengan orang Gila yang punya visi untuk membuat dunia menjadi kacau dan lucu menurut Versinya sendiri.

Dan Joker memang tidak punya tujuan apa - apa dalam melakukan setiap
aksinya, kecuali hanya untuk kesenagan dan bisa membuatnya tertawa….

Hampir setiap Scene alam film ini menampilkan adegan – adegan mengagumkan yang sayang untuk di lewatkan bahkan untuk sekedipan mata saja, dan berikut adalah beberapa adegan paling keren dalam Film ini  :

• Saat trailer yang di kemudiakan Joker jatuh terbalik karena lilitan tali (rapiah) dari Batman.

• concept art TWO FACE (harvey dent) yang sempurna, efek wajah terbakarnya benar2 seperti nyata.

• Saat joker menyamar menjadi Suster di rumah sakit, ketika dia berjalan keluar menuju Bus sambil meledakan rumah sakit, mimik dan tingkah polahnya benar2 seperti orang Gila.
• Saat Cinta mengejar Rangga di Bandara…(Lho..)

• Apalagi ya?, sepertinya diri saya sedikit Lupa, jadi silahkan anda nonton sendiri (bedua juga boleh) aja ya… 

Dan sebelum film TDK ini di putar di Bioskop2 seluruh Dunia, Poster promosi buat film ini pun di buat dengan cukup Gokil, diantaranya adalah dengan mencoret2 Foto mantan presiden Amerika dengan Senyuman Khas Joker.

Kalo saja Poster mantan Presiden Indonesia di Corat-coret seperti itu, mungkin para aktivis, Aparat Pemerintahan, Laskar Hulubalang, Front Pembela Kebenaran dan Kebangsaan Dalam Kebijaksanaan Perwakilan (FPKKDKP) bakalan Ribut, kecuali kalo Mantan Pakar seperti ini yang Fotonya di Coret – coret, di jamin gak ada yang marah, malah pada seneng semua, hahahahaa..haha..haha.. :

Cinta Memang Gila, gak kenal Logika….

Entah kenapa tiba2 koq diriku
punya niat buat ngobrolin CINTA, (tapi
tidak termasuk karier,, tanggal keberuntungan
dan teman2nya) walaupun sebenarnya
diriku bukan pakar dalam hal ini (kayak Roy Sotoy aja jadi Pakar), mungkin
karena beberapa hari belakangan banyak temen2 yang ngobrolin masalah asmara
mereka ke Diriku, yap kalian memang salah pilih orang, kenapa cerita yang yg
beginian kepadaku, jadi maaf - maaf saja klo ide saran dan masukan yang ku
berikan sangat2 tidak bermutu, bahkan malah memperkuat hasrat untuk bunuh diri….

Jatuh Cinta emang sejuta rasanya,
ngalahin permen Nano2 yg rame rasanya ( yang klo gak salah harganya Tiga ribu
dua ratus rupiah, isi nya lima), Semua orang pasti pernah jatuh cinta, termasuk
diri saya yang hina ini, dan Bagi diriku jatuh cinta pada seorang wanita itu
adalah hal yang biasa, yang luar biasa itu kalo ada wanita yang jatuh cinta
pada diriku, kayaknya makin langka aja dan hampir gak ada
(inalilahiwainailahirojiun)

Dan berdasarkan cerita dari mereka
akhirnya sayapun mendapatkan kesimpulan tentang berbagai macam jenis Cinta, di
antaranya adalah :

1. Cinta
Mati

Bukan
cinta sama orang mati, tapi cinta sampai mati, orang yang mengalami perasaan
cinta jenis ini rela melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan hati sang
pujaaan, melakukan apapun untuk membahagaikan Sang Bidadari.

Seperti
yang di alami oleh seorang teman saya, yang Meskipun entah sudah berapa kali
pernyataan cintanya selalu berujung dengan penolakan, baik secara Halus, kasar
bahkan sadis, namun dirinya tiada pernah berhenti berusaha untuk mencari cara2
baru yang di anggapnya lebih Jitu dengan harapan sang Pujaan berubah fikiran
atau setidaknya merasa Kasihan dan menerima Cintanya.

“Aku
mencintaimu, Sandra (Dewi). Cinta yang
nyaris memuja dan membuatku bersedia melakukan apa saja untuk membuatmu
mencitaiku, meskipun tanpa  pemujaan yang
sama.

 2. Cinta
tanpa mata ( Cinta Buta )

Cinta
Buta adalah sejenis Cinta di mana para penganutnya sering memakai Kaca mata
hitam saat berkencan, atau biasanya para pasangan ini sering nongkrong di
tempat2 pijat tuna netra.

Haha,
bukan ding………,

Cinta
itu Buta, begitu kata para tukang Las di Bengkel  yang bijak, cinta buta adalah Cinta yang mau menerima
kekurangan pasangannya, tidak perduli dengan status social, kaya miskin, tua
muda,(asal jangan pedophile aj), Cinta yang menganggap sang pujaan begitu
sempurna, cinta yang membuat gelap mata, Cinta yang membuat kita tak lagi mendengarkan orang2 di sekitar kita
(Cinta Buta atau Cinta Budeg ya…?), “mau gimana lagi namanya juga uda Cinta”,
begitu alasan mereka yang terjebak di dalamnya.

Mungkin
batas antara cinta buta dan Cinta seJati itu sangat Tipis, tapi entahlah, diri
saya juga tiada paham, biarlah besok saya tanya dulu sama Mas Jati yang sering
nyanyiin lagunya Jamal mirdad “Kalau cinta sudah melekat, tai kambing rasa
Cokelat….”

 3. Cinta
Suci

Sayangnya……,
lagi
– lagi Suci menolak Cinta saya.

 4. Cinta
yang menyiksa

Jatuh
cinta biasanya membuat kita lebih bergairah dan lebih bersemangat dalam
menjalani hidup ini, tapi ternyata gak semua cinta itu indah, karena ternyata
ada juga yang menyiksa, cinta yang membuat beban hidup semakin bertambah, cinta
yang terlalu banyak menuntut, cinta yang malah bikin ribet, Cinta yang membuat
kita berharap tak pernah jatuh cinta padanya.

 5. Cinta
Gila

Pastinya
semua uda tau betapa dasyhat dan hebatnya kekuatan cinta, cinta bisa bikin
orang bahagia bisa juga bikin orang terluka, bahkan ada yang rela bunuh diri
karena putus cinta, itu karena Cinta memang Gila, gak kenal Logika dan sekarang
si Cinta udah Jadi Pacarnya Rangga…..

Demikianlah beberapa definisi Cinta
menurut saya, sebenarnya masih ada lagi jenis2 yang lainya, seperti jenis
gelombang Cinta, jenis kelamin ataupun jenisillin penyembuh Luka (eh, Penisillin ding), Dan dari jenis2 cinta
tersebut, akhirnya diriku menemukan beberapa alasan kenapa sampai saat ini saya
belom punya pacar, yang pertama adalah bukan karena diriku gak laku, tapi emang
gak ada cewek yang mau aja, Hahaha…., yang kedua adalah karena saya ini orangnya
pemalu tapi sumpah gak malu2in koq ( kadang2 sih iya juga ), atau temen2 bilang
saya itu Pengecut ( emangnya cuka, penambah kecut ), ya saya emang gak pernah
punya keberanian untuk mengawali percakapan, atau mendekati wanita yang saya
Sukai, entah kenapa saya jadi takut untuk berkata – kata, takut untuk  menyapa, persis lagunya Jamrud, Mungkin Butuh
kursus merangkai kata untuk bicara, beda banget kalo lagi ngobrol dengan Gadis2
yang kepadanya saya tidak punya perasaan Jatuh Cinta, seperti dengan Joko, Doni,
Fauzan dan sebagainya.

Selain itu, Saya juga merasa Perempuan2 yang saya
sukai selama ini terlalu   Untouchable (
tidak tersentuh ) buat saya, diantaranya adalah karena mereka :

1. Cantik

Sebenarnya
saya bukan orang yang menilai seseorang dari fisiknya saja, paling hanya dari
wajahnya,idungnya  matanya juga
senyumanya, Alamak…,

karena Cantik itu relative, jadi menurut saya para
wanita yang saya sukai itu terlalu cantik buat saya, makanya saya jadi minder
dan merasa gak Pantas hidup berdampingan dengan mereka.. Haiyah

2.  Kaya, high life style

Sebagai salah
seorang mahasiswa dengan uang bulanan pas2an dan jarang gajian (Maklum pengangguran) maka saya jadi sedikit minder klo
ketemu cewek yang berasal dari keluarga berada (berada d mana..??), apa mungkin
mereka mau di ajak makan di warung
Ampera pinggir jalan, atau menghabiskan malem minggu dengan nonton Layar tancap
di temani Kacang rebus dan Jagung bakar. ( kayaknya Cuma Rita_Udien yg mau )

Memang
seharusnya saya merubah pola fikir Naif seperti di atas, karena sesungguhnya
kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, maka sudah menjadi hak setiap manusia
juga untuk jatuh Cinta, jatuh bangun  tapi
jangan sampe jatuh miskin aja.

“Dan
begitulah adanya Cinta, kata yang saya tidak pernah benar-benar bisa mendefinisikannya.
tidak pernah benar-benar bisa menerjemahkan rasanya. Tidak Pernah Benar-benar
Berani Mengucapkannya
. Saya hanya bisa menyimpannya dalam hati,
dalam kamar dan dalam Kota antar provinsi ( itu trayek Bis ).”

 

n/b :
beberapa kata dalam alinea terakhir saya curi dari TukangKopi di kebun
sebelah….. 

 

 

BBM naik Tinggi, SUSU tak terbeli…

 ” Disaat harga minyak mentah dunia melonjak naik, apakah
negara kita akan menuai hasil dan keuntungan? Seharusnya, iya! Sebab Negara
kita, adalah Negara penghasil dan peng-ekspor minyak dunia. Tapi mengapa kita
justru rugi dan tak berkutik manakala harga minyak dunia melambung naik? Entahlah….!”

( Paragraph di atas, Saya Pinjam dari sini )

Minas
Gonjang ganjing kabar kenaikan harga BBM
lagi mendominasi pemberitaan media masa, obrolan di teras Kamadino_pun mau tak mau ikut2an membahas
isu tersebut, karena isu ini sangat mempengaruhi hajat hidup orang
banyak, beda dengan isu basah atau isu Paseo ( sorry nyebutin merek) yang
banyak di jual di swalayan2 terdekat.

BBm bakalan naek lagi, ini sudah untuk kali
ketiga di masa pemerintahan SBY-JK, dan alasanya pun sama seperti tahun2
sebelumnya, “ Keputusan menaikan harga BBM harus di ambil karena kenaikan harga
minyak mentah dunia”, begitu ujar para tukang Perintah di Negara ini.

Dampak kenaikan harga BBM memang cukup
dahsyat, baru sekedar isyu saja sudah bikin panic masyarakat, bahkan pembelian
BBM di SPBU pun mulai di batasi, untuk sepeda motor hanya Rp. 15.000, sedangkan
Mobil pribadi Rp. 75.000, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penimbunaan
oleh oknum2 yg tidak bertanggung jawab.

Antribbm

Demonstrasi besar2an pun di lakukan oleh
berbagai lapisan masyarakat, pastinya mulai dari MAHASISWA hingga ibu2 rumah
tangga ikut menolak kebijakan menaikan harga BBM ini, menurut mereka kenaikan
harga BBM pastinya akan ikut mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok dan
kebutuhan hidup lainya, kondisi ini
bakalan semakin membuat kehidupan rakyat
kecil semakin susah, Bantuan Langsung
Tunai yang di berikan pemerintah juga di anggap tidak efektif, bahkan mendidik rakyat menjadi pengemis, belum lagi
timbulnya kerusuhan atau penyelewengan BLT seperti yang sudah2.

 

Memang jika hanya jenis2 BBM seperti
Pertamax, premium atau Solar saja yang naik, mungkin  tidak menjadi masalah bagi kaum2 marginal ( opoo kui…??, gaya tukul : model
On ) seperti saya, karena subsidi BBM selama ini hanya di nikmati orang2 yang
bermobil mewah dengan konsumsi bahan bakar ratusan liter perbulanya, tapi dampak dari kenaikan harga itulah yang
membingungkan masyarakat, karena kebutuhan hidup pastinya bakalan ikut2an naik,
biaya transportasi pengangkut hasil pertanian juga ikut naik, ongkos Bis jadi
naik, anak2 kelas dua  naik ke kelas
Tiga, harga Buku naik, harga diri jangan di jual, sewa Kost juga naik,
Magelangan Bu Yully mudah2an gak ikutan naik, biaya produksi Kaos  juga naik, harga Susu, harga coofe, harga gula, minyak goreng, minyak rambut, minyak jinggo sampe
minyaksikan pertandingan Bola juga naik.

 

Tapi…, Biasanya Kalau BBM naik, maka gaji Pegawai
di lingkungan pemerintahan
   di negeri ini juga ikut naik (mudah2an tidak
di sertai tingkat korupsi yang ikut naik), beda sama pegawai di perusahaan tanpa
tunjangan,yang tanggal gajiannya entah kapan, Seperti bapak saya yang malah
meciptakan lagu waktu BBM naik, Tapi gajinya gak mau ikutan Naik, sementara
anaknya ini selalu saja minta kiriman buat bayar tagihan biaya hidup di negeri
orang, berikut cupikan lirik Lagu yang sering di nyanyikan_nya… :

 

Gilang Rambu anarki anakku, lahir awal
agustus menjelang Pemilu

Dengarlah tangisan pertama mu di tandai BBM
naik tinggi,

Ma’afkan kedua orang tua mu bila “ tak mampu
beli Susu”

BBM naik tinggi, “susu tak terbeli”,

orang
pintar tarik subsidi, “mungkin bayi kurang gizi”

NamaKu Bukan Dick……

NamaKu Dick, eh bukan ding Namanya yang Dick, kalo nama saya kan PabLo…. Hehe… 

Sebenernya
kita Gak pernah punya niat buat nonton film  kayak gini di Bioskop,
sebuah Film dengan tema yang katanya komedi dan sedikit berbau
dewasagraphy, karena mendingan nunggu si Endro
bawain VCD originalnya dari tempat dia kerja, palingan gak bakal lama
lagi udah tersedia di dalam Tasnya, lalu di copy ke hardisk saya dan
kita tinggal nonton bersama – sama.

 

Niat awal dateng ke gedung Bioskop buat nonton film terbaru arahan sutradara Jon Favreau, tapi apa daya karcis udah SOLD OUT semua, maka dengan terpaksa dan di dorong oleh keinginan untuk Bolos Kursus  Merangkai kata di pertemuan pertama, plus dari pada pulang ke rumah dengan mata hampa,  akhirnya
kita putuskan untuk menonton Film terbaru dari actor yang terkenal
kocak (Tora Sudira ) dan si sexy VJ MTV Marissa entah siapa.

 

Film
ini bercerita tentang seorang Pria bernama Bama (bukan saya) seorang
arsitek muda yang hidupnya sama seperti dalam mimpi kebanyakan Pria,
(muda terkenal ganteng dan kaya raya). Bama yang ternyata gak punya
hubungan apapun dengan calon presiden Amerika (Barack oBAMA) itu merasa
bisa dengan mudah mendapatkan perempuan Jenis apapun yang di
inginkanya, sepertinya Bama memang punya banyak pacar, klo gak salah
inget ada Agnes yang manja dan matre, lalu Tina yang jago Taekwondo dan
Dewi (paling Manis nih kayaknya) yang sensitive (bukan alat tes
Kehamilan) tapi juga temperamental.

 

Pada
suatu hari yang cerah, Bama bertemu kembali dengan cinta pertamanya
sejak jaman SD dulu, yang bernama Tiara (sepertinya saya akrab dengan nama ini….,  apa…, Tiara Lestari…??)  yang
ternyata mereka adalah Partner dalam proyek pembangunan sebuah Hotel,
cerita pun berlanjut hingga mereka berdua memutuskan untuk makan siang
di Kantin kator, dan pada saat mereka sedang berduaan itulah Mbak Dewi
melihat mereka (tidak di jelaskan mengapa Dewi ada di kantor itu jg,
apakah mereka kerja di tempat yang sama ?) sedang pegang2an gelas, mbak
Dewi pun Sakit Hati, lalu menangis dengan tersedu–sedu, sesampainya di
rumah mbak dewi merobek Foto Bama dan melampiaskan Amarahnya kepada
sebuah Boneka Jerami, lalu menusuknya dengan Jarum secara membabi buta
ke seluruh tubuh Boneka hingga sang bonekapun  kesakitan (kayaknya..)

 

Kesokan
harinya, Bama terbangun dari tidur dan melakukan rutinitas sehari2nya
di kamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat ada yang berbicara
denganya ( padahal mbak Dewi hanya menusuk2an jarum ke seluruh tubuh
Bama, tapi kenapa si Dick malah bisa ngomong ya….?)

 

Cerita selanjutnya terasa sangat tidak menarik, membosankan  dan
terkesan memaksa, Dialognya juga tidak terlalu mengundang tawa seperti
film2 Tora Sudiro sebelumnya, apalagi Pengisi Suara si DICK yang
ternyata adalah AMING (maaf kalo ada dendam Pribadi dengan Komedian garing satu ini) dan kesimpulanya Film ini masuk dalam Daftar SESAL TONTON.

 

 

 

 

« Previous entries